Tampilkan postingan dengan label Puisi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Puisi. Tampilkan semua postingan

Rabu, 16 Januari 2013

Memang belum cukup kalo kita hanya memberikan puisi kepada seseorang yang sudah berjuang tanpa kenal lelah, bersabar , dan selalu memberikan yang terbaik buat anak - anaknya.

Kalo kita bahas kebaikan seorang ibu di sini gak bakalan cukup dan gak bakalan keburu, kebaikan dan kasih sayang selama ini yang sudah kita terima gak bakalan terhitung. terus kalo kita membalas dengan apapun gak bakalan seimbang, apalagi ini hanya sebuah
puisi.

Namun tidak ada salahnya kita membuat kata - kata , sastra, pantun ataupun Puisi untuk seorang ibu yang sudah dengan ihklas membesarkan dan mendidik kita dari lahir sampai sekarang.

Puisi Ibu

Ibu..
Perjuanganmu Selama ini
Kasih sayangmu yang tak pernah mati
Tak ada yang pantas untuk kuberi
Untukmu oh ibu..

Ibu..
Tak pernah terbayangkan tanpamu
Kaulah pelita
Kaulah cahaya
Kaulah purnama
Yang selalu menerangi langkahku

Ibu..
Doa,mu
Jasamu
Semua itu untuk anakmu
Terimakasih kuucapkan untuk mu ibu.

Ibu

Ribuan kilo jalan yang kau tempuh

Lewati rintang untuk aku anakmu

Ibuku sayang masih terus berjalan

Walau tapak kaki penuh darah penuh nanah

Seperti udara kasih yang engkau berikan

Tak mampu ku membalas...
Ibu, Ibu

Ingin kudekap dan menangis dipangkuanmu

Sampai aku tertidur bagai masa kecil dulu

Lalu do'a-do'a baluri sekujur tubuhku

Dengan apa membalas...
Ibu, Ibu

By : Iwan Fals

TERIMA-KASIH..IBU

IBU...rambutmu kini sudah mulai memutih
Kulitmu tak lagi kencang
Penglihatanmu tak lagi terang
Jalanmu kini sudah mulai goyang
Namun..apa yang terlihat
Semua itu tak pernah engkau rasakan
Semua itu tak pernah engkau pedulikan
Aku paham, semua itu demi anakmu
Sepanjang jalan engkau mengais rejeki
Sepanjang waktu engkau berhitung
Berapa laba kau dapat hari ini
Tuk membayar semua letihmu
Engkau tak lagi dapat membedakan
Mana siang, mana malam
Semangat mengalahkan gemetar kakimu
Dan segala rasa lelahmu
Ini semua...untuk siapa?
Hanya untuk anakmu
Anak yang engkau impikan menjadi orang hebat
Mencapai setumpuk asa
IBU...sampai kapanpun,
Anakmu tak kan pernah lupa
Atas semua jasa, do'a dan derita
Keringat yang engkau cucurkan
IBU...engkau sudah terlalu besar, berkorban
Hanya surga yang pantas membayar tulusmu
Hanya Tuhan yang pantas menjagamu
Dunia dan akherat...
IBU...
Anakmu kan selalu merindumu
Do'a di setiap hembus nafas ini
Terima kasih...IBU, untuk semua ikhlasmu

Setiap langkahmu
Setiap hembusan napasmu
Hanya untuk anakmu

Malam gak tidur

Siang gak pernah lelah
Semuanya untuk anakmu

Waktu aku lapar

Waktu aku menangis
Kaulah yang ada di sampingku

Itulah ibu

Selalu siaga setiap waktu 

Ya itulah sebagian Puisi Ibu yang banyak sekali bertebaran di internet, di atas adalah salah satu contoh ungkapan dari anak kepada orang tuamya terutama yang sudah melahirkan kita. Ada karya dari sang legendaris , yang sudah tidak asing lagi yaitu Iwan Fals, semoga dengan adanya tulisan - tulisan diatas bisa membuat kita menjadi sadar..Amin..terutama buat aku sendiri.

Rabu, 02 Januari 2013

PUISI SEDIH

KECEWA

Semua kenangan yg telah terukir indah, lenyap semua,,
Segala impian yg belum terwujud kandas di tengah jalan,,
menjadi tabu, menjadi semu, menjadi tak berarti semuanya,,


Segalanya yg tidak pernah disangka dan diduga, terbuka dengan sebuah kisah dan jawaban. Ketika harus menelan kisah nyata yg begitu menyiksa diri dan batin. Berharap itu hanyalah sebuah mimpi.
Merenung serta meratapinya dari detik demi detik hingga hari demi hari. Tetap berharap itu hanyalah sebuah mimpi. Entah apa yg terjadi ketika itu, dan entah apa yg telah diperbuatnya dulu.
Seperti seribu pukulan keras yg mememarkan sekujur tubuh, membuat luka yg begitu dalam dan sulit terobati.

Tak ada cara lain untuk menyembuhkannya kecuali dengan mesin pemutar waktu yg tidak mungkin bisa didapatkannya. Hanya kesemuan dan ketabuan yg kini dapa menemaninya. Entah apa rencana Tuhan di balik semua ini.


Sepi
Cuma hampa terasa
Kesepian merasuk jiwa
Tanpa teman
Tanpa sahabat
Saat butuh penopang
Tak satupun yang jadi penyangga
Tak seorangpun yang pahami luka di jiwa


UNTUK SAHABAT

SAHABAT. . . .
yg menemaniku disaat sedih,,
yg menghiburku diwaktu pilu,,
yg slalu ada dikala kubutuhkan,,
yg tetap stia walau kumendua,,

SAHABAT. . . .
aku merindukanmu,,
ingin kutumpahkan semua beban ini padamu,,
ingin kuungkapkan semua keluh-kesahku padamu,,
ku ingin kau tetap dan slalu menemaniku,,

SAHABAT. . . .
di manakah kau berada kini ??
masikah kau ingat diriku ??


HARAPAN

Hari-hari telah ku lewati
Ku ingat waktu yang sudah berlalu
Segala kenangan terukir indah

Banyak sesuatu yang kudapatkan
Banyak hal yang ku terima
Banyak pelajaran yang ku peroleh

Kuatkanlah ku Tuhan
Tuk dapat membuka lembaran baru
Bantulah ku Tuhan
Tuk bisa memulai hidup yang baru
Karna tak ingin semuanya berlalu begitu saja

Ku ingin memulai semuanya dengan senyuman
Dan k ingin mengakhirinya dengan kebahagiaan
Ku berjanji takjan terulang kesalahan yang sama

Arti Hadirmu


By : Aniqotul Himmah

Kini kebahagiaan mulai tumbuh,
Kesedihan mulai hancur
Semua silih berganti,
Berputar bagai roda

Untaian kalimat syukur,
Ku lantunkan lagi pada-Nya
Yang t’lah utus kau,
‘Tuk jadi sahabatku

Ku tak tergiur,
Apa yang ada di dunia
Harta, kedudukan, apa pun itu,
Tak bisa buatku tersenyum

Bagiku...
Lebih dari cukup,
Ku bisa ngenalmu
Jadi sahabat,
Yang slalu ada satu sama lain

Sahabat Sejatiku

By : Habib Rayhan Gunawan

Aku sedih, kau menghibur
Aku kecewa, kau membuatku senang
Dan bila aku tak bisa
kau pun mengajari

Sahabat,
Kau bagai malaikat bagiku
Kau bagaikan bidadari untukku
Semua kebajikan ada padamu

Sahabat....
Satu pintaku untukmu
Yaitu janji selalu erat
Tak pernah terpisah
Seumur hidup kita

Berlalu Begitu Saja

By : Gimin Saputra

Tiada aku di ingat lagi oleh sahabat lama
Seakan aku tidak pernah menjadi temannya
Semuanya berlalu begtu saja
Rasanya aku sudah terlupakan dalam buku persahabatannya
Juga hilang tertimbun rongsokkan sampah
Hingga akhirnya aku tidak terkenang oleh sahabat ku lagi
Aku coba untuk mencarinya dan bahkan menemuinya
Supaya aku jangan di lupaknnya
Namun seribu kali sayang harapan itu tidak aku dapakan
Setelah sekian lama akhirnya aku betemu dengan sahabat ku
Saat aku duduk disampingnya bahkan sahabat ku
Tidak lagi memperdulikan kehadiran aku
Malahan dirinya sibuk dengan orang yag dianggap
Sangat berarti dalam hidupnya saat itu
Dia abaikan aku saat pujaan hatinya menghubungi lewat udara
Dia ketawa begitu bahagia seakan aku tidak ada disampingnya
Itu semua terus berlanjut hingga aku pergi tanpa berpamitan kepadanya
Setalah kejadian itu baru aku sadari siapalah aku ini bagi dirinya
Hanya sehelai kertas yang tidak ada artinya
Hanya seonggokan daging yang tidak ada harganya
Hanya segenggap kabut yang tidak ada nilainya
Mungkin ini kah suratan garis kehidupan harus aku jalani
Sahabat ku terima kasih untuk selama ini
Telah bersedia bersama aku

Selasa, 01 Januari 2013

KEHIDUPAN

Hidup itu seperti air terjun yang mengalir deras
Seperti waktu yang bergulir dengan cepat
Seperti hari-hari yang kosong karena tiada kasih sayang
Namun kehidupan bisa saja berubah
Seperti air terjun yang tertumpah ruah di atas lerengnya
Walau terkadang pahit karena gumpalan batu
Butiran pasir yang menghalangi lajunya

Namun itu semua hanya sebuah cobaan
Agar kita mampu menerjang batuan itu
Menjernihkan air dari butiran pasir
Dengan usaha ,semangat, dan do'a
Sehingga kita tidak takut
Seberapa besar dan kecilnya rintangan itu
Itulah kehidupan

JATI DIRI

kelam aku tak ingin di sini selamanya
aku ingin terbang bebas di angkasa bersama elang
aku ingin berjalan beriring angin
aku ingin terus bergerak seperti ombak

aku lelah dan tak pernah untuk tetap di sini
aku bosan dengan semua tingkah laku mereka semuanya

aku ingin berlari berpacu dengan angin
lalu terbang dengan kawanan elang mencari mangsa di lautan aku
bergerak bersama dengan ombak

Mengejar Matahari

aku terus melangkah
melangkah menuju mimpi ini
meski jalan terjal nan berliku menghalangiku
meski luka terus menyayat tubuhku
aku kan tetap berdiri
kan ku singkirkan semua rasa takut dihati
kan ku jadikan cacianmu sebagai motivasi
yang aku tau
aku hanya ingin meraih setitik cahaya
agar aku bisa bangun dari kegelapan dunia
aku ingin buktikan pada dunia bahwa aku bisa
menjadi orang yang berguna

MENYERAH

entahlah … Aku sudah lelah
lupa … Aku terlalu lemah
singkirkan aku … Aku tak berguna
Aku yang terlalu mencintaimu
tapi aku selalu membebani mu
bahkan air mata ku pun tak berarti apa-apa
meskipun air mataku …..air mata darah
Aku tidak bisa menjadi pengharapanmu
Aku hanya membuat mu bersedih
dengan semua getir keputusasaan ku
dengan semua kerinduan ku pada kematian
dengan semua bait puisiku yang berdarah
aku lelah
aku lelah
Aku menyerah
meski untuk sekedar bermimpi

Debu yang Mulia

Seakan berbisik membawa berita pagi
keluar dari sela-sela pipa besi panjang
bagai senandung berirama abstrak

Ku tatap langit gagah membentang
namun tak biru lagi warnanya
terhalang pekat, terbendung sinarnya

Menggunung dan meluap
mengikat jantung menarik nafas
hingga aku jatuh dan memohon

Goresan tinta tanda kepedulian
berkumandang lantang di atas mimbar
bagai telur tanpa kuningnya

Mungkin terlalu tua untuk di jaga
Mungkin terlalu dini ditanyakan
Dan mungkin terlalu lama jawaban itu ada

Kini hanya tersisa kertas ini sebagai tanda debu yang mulia

RATAPAN ANAK KOS

Berjuang dalam mencari jejak di masa depan
Meski jauh dari kampung halaman
Namun semua harus dijalani tanpa hambatan
Demi merubah hidup yang susah selama ini telah menjadi suratan
Tinggal di rumah orang yang di bayar
Tidur dalam kamar yang beralaskan tikar
Berbantalkan dari alas tangan yang tegar
Terkadang menagis demi menahan lapar
Ratapan anak kos tidak pernah berakhir
Laksana gelombang yang datang bergilir
Laksana embun di pagi hari yang terus mengalir
Ini sangat terlihat di saat minggu-minggu terakhir
Memang susuh untuk menjadi orang yang pintar
Harus menderita seorang diri dalam belajar
Bagaikan membaca sehelai kertas sambil berlayar
Bagaikan betanam mawar di hamparan pasir yang lebar
Seakan semua itu mustahil untuk dikejar
Meski pahit yang banyak dirasakan
Rasa semangat ini tidak akan tergoyahkan
Meski badai topan yang datang mengoda untuk berhenti berjalan
Demi mengenag orang tua yang hanya tinggal tulung pembalut badan
Dalam mengharap hidup tidak lagi di hina orang lain
Supaya tidak dikatakan orang yang tidak berpendidikan

CERITAKU

Keringat dari keningku mulai menetes
Bibir merahku mulai pucat
Oh.. begitu lelahnya aku hari ini
Hari dimana aku mulai berlari
Menyusuri waktu demi waktu
Detik demi detik ku nikmati
Lembaran-lembaran yang harus ku kerjakan
Lagi lagi membuatku semakin jenuh
5 menit lagi terdengarlah alarm
Saatnya pergi dari kandangku
Melewati hiruk pikuk tepian jalan jawa
Kendaraan yang lalu lalang membuatku semakin kesal
Setelah beberapa menit aku berjalan
Sampailah aku pada satu tujuan
Memasuki ruang kelasku
Sambutan teman-teman tak terdengar di telingaku
Mereka bisu menatapku
Yang ku dengar hanyalah ocehan dosen kiler di depanku
Ah.. aku telat lagi
“kenapa telat”
Aku tak menjawab
Tertunduk aku dalam kesalahan ini
Maafkan aku bu dosen
Kaki tanganku mulai gemetar
Aku mulai mencari lembaran-lembaran tugasku
Ku rogoh tas kecilku
Oh tidaakkk… !!
Lembaran tugas yang selama seminggu aku kerjakan penuh waktu
Teryata ketinggalan di kos
“mana tugasmu,, hari ini terakhir dikumpulkan“
Oops.. maaf bu ketinggalan
Wajahnya mulai gelisah menatapku
Seolah bosan mendengar alasan ini
“keluar dari kelas saya”
Kata-kata ini seharusnya tak ku dengar hari ini
Namun apa dayaku
Langkah kakiku kini tak lagi maju
Namun sedikit mundur satu langkah
Yang tersisa kini hanyalah penyesalan yang tak berarti……

ANTARA SENJA HINGGA FAJARNYA

Kumasuki lorong-lorong keputusasaanku
Membangun buih-buih harapan masa lalu
Pada tengah sunyi dan dinginya
Aku terhening pada kesendirian kesepian
Saat yang lain benar takluk pada mimpi
Pada dingin sunyi berselimut harapan esok hari
Bait-bait sajak gerogoti relungku
Menenggelamkan tiap tirakatku dalam mendo'a
Kupasrah pada malam buta
Kuserahkan ingin dan harapan yang tak nyata
Ku mengeluh kesahkan semua
Pada harapan esok tak jadi sia-sia
Biar pucuk mimpi jadi nyata
Biar tiap do'a benar-benar terwujud disana
Kudapati ini pada senja hingga fajarnya
Dan sebelum kembalinya senja
Mataharilah kuasai segala asa
Pada awan-awan cendawan
Aku tetap ingin larut dalam do'a

Bertahan


harumnya melati abadi..
meski kuntum kuntumnya hilang tak berperi..

guratan sinar matahari masih membekas..
meski sang surya hampir tenggelam oleh waktu yang terus mengelupas..

ku pandang waktu yang terus bergulir..
walau dia selalu coba mematahkan asa yang telah di ukir...

ku coba hadapi ganasnya terjangan ombak samudra..
walau raga ini tak kuasa..

ku terus bertahan..
walau terlalu banyak mimpi yang tak terwujudkan..

ku coba bertahan..
walau cinta telah kehilangan warnanya..
dan rindu seolah terlupakan..

ku bertahan..
menempuh kerasnya kehidupan...

CINTA DI SUDUT MENTARI

Dari arah timur …
Mentari memunculkan sinar keemasannya…
Seakan tersenyum geli
Melihat perasaanku yang tak karuan ini.

Ku menatap perasaanku dengan mata hatiku
Hatiku yang terdalam mengatakan….
Kamulah yang ku inginkan….

Ku ingin mencintaimu
Tapi bukan karena keegoisanku
Ku ingin menyayangimu
Tapi bukan sebatas itu…

Hatiku terpuruk pilu
Akankah ada yang terluka bila aku mencintaimu….?????
Aku pun tak tahu….

Perasaan ini tak bisa ku tampakkan
Yang ku tahu Tuhan mengerti perasaan ini
Cintaku akan tetap bertahta
Bersama mentari yang bersinar di sudut langit…..

Tidak boleh kecuali kamu

Tidak boleh kecuali kamu
Puisi Ade Yulianti

Tidak boleh kecuali kamu yang bias membuat terbang ke angkasa
Membuat hari-hariku indah
Membuat mimpi menjadi nyata hanya kamu yang bias menyanyikan sebuah lagu
Dengan lantunan nada yang indah…

Hanya kamu yang bisa membuat malam hariku menjadi bersinar kau seperi bintang di hatiku
Menerangi dalam kegelapan dan kesepian
Menghapus air mataku dengan tangan mu

Tidak boleh kecuali kamu yang dapat membuat ku yang biasa ini
Menjadi sempurna di mata mu
Tidak boleh kecuali kamu yang bias membuat ku terseyum penuh dengan cahaya di matamu

Harapan Cintaku

Ketika mentari menyinari dunia...
Ku berharap ada secercah harapan cintaku tersinari juga
Namun ternyata sinar itu tak kunjung datang
Masa demi masa telah terurai….
Aku masih tetap seperti ini
Menjalani hidup yang ada di depan mata
Ketika mataku mulai meredup….
Hatiku tak berharap lagi…
Mentari itu malah datang memberikan sinarnya
Aku pun dengan tangan terbuka dan
Senyum yang bahagia menyambut kehadirannya
Harapan cinta itupun mulai ada….
Namun,,, disaat aku mulai berharap
Dia malah pergi meninggalkanku….
Kenapa mesti seperti ini?
Aku sangat menyayanginya…
Kini aku sadari,,,
Dia hanyalah bayangan sinar mentari
Yang tak sengaja singgah di hatiku
Dia hanya ingin menghancurkanku dengan serpihan cahayanya
Dia hanya ingin membuat hatiku meleleh dengan panasnya.
Aku tak menyesal bertemu dengannya
Yang aku sesali adalah dia telah membohongi dirinya sendiri
Dengan mengubar janji
Selamat tinggal mentariku……
Bawalah harapan cintaku dengan tenggelamya sinarmu dikala senja...

Kehampaan

Disudut ruang kosong
Kau disana dan aku disini
Saling jauh hingga terasa
Kau lebih asik denganya
Aku sakit menatapnya
Kau tenggelam disuasana gembira
Ku tenggelam bersama lara
Ku nikmati semua dengan suka cita
Walau dihati rasanya nelangsa

Teruskanlah, sakiti aku
Ku tau kau sengaja itu
Namun, ku tak bisa membencimu
Karena kau buka milikku
Karna kau milik temanku
Sampai kapan saja kau pelangiku
Beri warna hidupku
Melukis idah dihatiku
Walau kau tak pernah ku miliki
Tapi yakin hanya satu dihati ini

SUMBER

Sang Pujaan Hati

upuas kan diri
Untuk hidup yang lebih berarti
Takkan pernah ku sesali
Hanya demi sang pujaan hati

Kau lukai, kau sakiti
Kau dustai dan kau khianati
Seakan hidup ini lengkap
Dengan duri-duri penuh api

Aku ingin air menyirami taman hati ini
Yang slalu diidam-idamkan selama ini
Aku ingin mengisi dengan kupu-kupu & dan kumbang surgawi
Yang pasti akan menentramkan jiwa & hati

Disaat mentari ku tersenyum penuh arti
Dan disaat mentari terbenam…
Ku menanti sang pujaan hati Yang kan kembali ketaman hati ini.

Perjuangan Cinta

Sejak bertemu denganmu diriku tersipu malu
Akankah diriku bisa mencintaimu setulus hatiku?
Saat menjabat tanganmu
Ada sesuatu yang tak ku mengerti, akankah itu cinta?

Saat dirimu pergi meninggalkanku
Hampa menyelimuti jiwaku
Kini dirimu telah bersamanya
Meninggalkan semua kenangan kita

Dirimu kembali kedalam hidupku
Menggoreskan luka dihatiku tuk kesekian kali
Namun, diriku terus berjuang mendapatkan cintamu
Tapi, semua itu sia-sia hilang terkubur dalam luka

 
Design by Wordpress Theme | Bloggerized by Free Blogger Templates | coupon codes