Tampilkan postingan dengan label Proposal. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Proposal. Tampilkan semua postingan

Minggu, 27 Januari 2013

Proposal Kerjasama

  1. A.     PENDAHULUAN
Pendidikan Anak Usia Dini ( PAUD ) Flamboyant merupakan sekolah yang diperuntukkan bagi anak usia 2-6 tahun. PAUD Flamboyant didirikan atas prakarsa dari Bina Keluarga Balita  kelurahan Gedong, Pasar Rebo. PAUD Flamboyant menerapkan metoda bermain sambil belajar agar anak tumbuh menjadi pribadi yang cerdas, ceria, terampil dan mandiri.
Pengetahuan yang diserap anak, tidak selalu di dapatkan di bangku sekolah. Penting bagi anak-anak untuk mengetahui lingkungan sekitarnya. Salah satunya dengan mengadakan wisata alam. Dalam meenghadapi akhir tahun ajaran 2009-2010, PAUD Flamboyant bermaksud mengadakan wisata yang diikuti oleh seluruh anak didiknya.
Dalam membuat proposal, lebih detil contoh proposal kegiatan nya berisi point-point berikut ini.
File contoh proposal ini silakan di download di akhir artikel.

  1. B.     TUJUAN
Tujuan kegiatan wisata ini antara lain :
-         menambah wawasan dan pengetahuan anak dengan mengenalkannya pada alam secara langsung;
-         memacu daya kreativitas dan imajinasi anak dengan memberikan pendidikan di alam terbuka;
-         memberikan pengalaman berinteraksi dan berkunjung ke tempat wisata;
-         melepas anak didik yang akan melanjutkan ke Taman Kanak-kanak(TK) maupun ke Sekolah dasar (SD).


  1. C.     WAKTU DAN TEMPAT
Kegiatan wisata ini akan dilaksanakan pada :
Hari/Tanggal     : Kamis/ 10 Juni 2010
Jam                  : 07.00 – 16.00 WIB
Tempat : Pantai Ancol

  1. D.    PESERTA
Peserta Wisata sebanyak 128 orang terdiri dari :
Anak Didik                               : 60 orang
Orangtua/Wali                          : 60 orang
Pengajar                                   : 4 orang
Perangkat RW/Kelurahan         : 4 orang

  1. E.     ACARA
Terlampir

  1. F.      SUSUNAN PANITIA
Adapun susunan kepanitiaan dari acara wisata PAUD Flamboyant adalah sebagai berikut :
Penanggung Jawab       :
Ketua Panitia                :
Wakil Ketua                 :
Sekretaris                     :
Bendahara                    :  1.
2.
Seksi Acara                  :  1.
2.
Seksi Perlengkapan      : 1.
2.
Seksi Dokumentasi       :
Seksi Konsumsi            :
  1. G.    PERINCIAN BIAYA
Rencana pengeluaran :
1.  Sewa 2 bus ekonomi           @ Rp 1.300.000,-       Rp. 2.600.000,-
2.  Tol                                                                          Rp.    100.000,-
3.  Uang makan sopir + kondektur (4 orang)                 Rp.    200.000,-
4.  Tiket masuk Ancol   @ Rp.11.000,-                        Rp. 1.452.000,-
5.  Kaos Peserta (khusus anak)@ Rp. 30.000  ,-          Rp. 1.800.000,-
6.  Souvernir untuk anak           @ Rp.20.000,-                        Rp. 1.200.000.-
7.  Snack untuk anak                @ Rp.  5000,-             Rp.    300.000,-
8.  Konsumsi makan siang         @ Rp. 12.000,-           Rp. 1.536.000,-
9.  Obat-obatan                                                            Rp.    100.000,-
10. Properti untuk permainan                                        Rp.    200.000,-
11. Hadiah dan doorprice                                             Rp.    100.000,-
12. Dokumentasi                                                          Rp.    100.000,-
13. Pembuatan Spanduk 4 buah @Rp. 75.000,-           Rp.    300.000,-
TOTAL                                                                       Rp. 9.988.000,-

Rencana Pemasukan :
1. Iuran orangtua/wali anak @ Rp. 50.000,-                 Rp. 3.000.000,-
2. Kas Bulanan                                                             Rp. 2.188.000,-
TOTAL                                                                       Rp. 5.188.000,-

Kekurangan Dana                                                     Rp. 4.800.000,-


  1. H.    SPONSORSHIP
Panitia wisata Bina Keluarga Balita PAUD Flamboyant bermaksud mengajukan permohonan kepada Perusahaan Bapak/Ibu untuk menjadi sponsor tunggal. Panitia akan menjunjung tinggi dan menghormati peran serta tersebut dengan mencantumkan nama produk atau perusahaan sebagai penyelenggara disamping panitia. Untuk itu, kami bermaksud mempromosikan sponsor Pencantuman nama perusahaan, logo perusahaan dan nama produk pada spanduk berjumlah 4 yang akan dipasang pada sisi kanan dan belakang pada setiap bis;

  1. I.       PENUTUP
Proposal kerjasama dan kegiatan ini disamping merupakan acuan dasar dalam pelaksanaan kegiatan, juga merupakan bahan untuk dipertimbangkan dalam menjalin kerjasama serta promosi dengan pihak sponsor.
Kiranya dapat kita pahami bahwa tanpa dukungan dari berbagai pihak, kegiatan ini tidak dapat terwujud. Untuk itu, pada kesempatan ini, kami menyampaikan terima kasih dan penghargaan kepada semua pihak yang berpartisipasi mensukseskan kegiatan ini.
Akhirnya, semoga kegiatan wisata Bina Keluarga Balita PAUD Flamboyant dapat terselenggara dengan lancar.

Jakarta, 28 April 2010
Ketua Panitia,                                                              Sekretaris,

Ibu Ari                                                                          Ibu Ira
Mengetahui,
Kepala Sekolah PAUD Flamboyant
Ibu Hj. Budi
Contact Person :
1. Ira
2. Hj. Budi E.
3. Suci


JADWAL ACARA WISATA
BINA KELUARGA BALITA
PENDIDIKAN ANAK USIA DINI
FLAMBOYANT
RW.02 KELURAHAN GEDONG PASAR REBO JAKARTA TIMUR
Kamis, 10 Juni 2010
Di Pantai Ancol

06.50 – 07.00  : Kumpul di depan pabrik FFI-Frisian Flag Indonesia,  Pasar Rebo
07.00 – 08.30  : Perjalanan Pasar Rebo – Ancol
08.30 – 09.00 : Pembukaan
Sambutan Ketua Panitia
Sambutan Kepala Sekolah PAUD Flamboyan
Sambutan Wakil dari Kelurahan Gedong
09.00 – 12.00  : Permainan
Pembagian Snack
12.00 – 13.00  : Istirahat, Sholat, Makan siang
13.00 – 14.30 : Acara Bebas
14.30 – 16.00 : Perjalanan  Ancol-Pasar Rebo


Nomor : 01/ / PAN-MBN/I-08                                                Kuren, 02 Maret 2008
Lamp   : 1 (Satu) Bendel                                                     
Hal      : Permohonan Bantuan Dana

            Kepada Yang Terhormat :
Bapak Bupati Semarang
Di
      UNGARAN

Dengan Hormat,
Bersama dengan ini kami mengajukan permohonan bantuan dana untuk peningkatan dan renovasi sarana tempat ibadah di “MUSHOLLA ALL MUSTAKIM” Dusun Kuren Desa Karang Tengah  Kecamatan Tuntang Kabupaten Semarang.

Adapun dana  yang kami anggarkan yaitu  sebesar Rp. 5.575.000,00 ( Lima juta Lima ratus tujuh puluh lima ribu rupiah) dan sampai pada saat ini dana yang dapat kami kumpulkan melalui iuran rutin Jamaah di Musholla ALL MUSTAKIM sebesar Rp 1.000.000,00,- (Satu juta rupiah).

Guna meringankan beban pada masyarakat dan jamaah dilingkungan Musholla yang kami kelola, maka kami mohon dengan hormat kepada Bapak Bupati Semarang untuk  bisa membantu kami, agar kami bisa segera merealisasikan harapan ummat dilingkungan Dusun Kuren Desa Karang Tengah Kec. Tuntang Kab. Semarang.

Demikian permohonan ini kami buat dan atas terkabulnya permohonan  ini, sebelumnya kami ucapkan banyak terima kasih.


PANITIA PEMBANGUNAN “MUSHOLLA ALL MUSTAKIM”
DUSUN KUREN  DESA KARANG TENGAH
KECAMATAN TUNTANG

                Ketua Panitia                                                     Sekretaris



                (TURMUDI)                                                   (Sugiyanto)

                                                        Mengetahui :
    Kepala Desa Karang Tengah                                     Camat Tuntang



      (____________________)                              (____________________)
                                                                                                  
                                                                                    DPU Kec Tuntang



                                                                                (__________________)

Tembusan Kepada Yang Terhormat :

1.          Ketua DPRD Kabupaten Semarang
2.          Ketua BAPPEDA Kabupaten Semarang
3.          Kepala Bagian Pembangunan Kabupaten Semarang
4.          Camat Tuntang
5.          arsip

Pendahuluan


Tempat beribadah merupakan sarana yang sangat penting dan mempunyai multifungsi bagi masyarakat islam di Dusun Kuren Desa Karang Tengah. Musholla adalah salah satu pusat kegiatan keagamaan, mulai dari jamaah sholat sampai kepada proses belajar mengajar Al Quran. Musholla sebagai wadah dan tempat berkembangnya generasi-generasi robbani yang pada gilirannya kelak akan mengisi dan mewarisi negara dan agama sesuai dengan apa yang telah diajarkan dan dicontohkan para pendahulunya.

Berangkat dari signifikansi tersebut, wajib bagi ummat islam untuk selalu menjaga, merawat serta mengembangkan baik dari segi pengelolaan musholla mulai dari managemen musholla sampai dengan fisik bangunan musholla. Keberadaan musholla akan menjadi tanggungjawab bersama ummat islam, ummat islam harus belajar mengolah managemen yang bagus dilingkungan musholla.

Dari uraian diatas, kami menyadari bahwa bahwa masih banyak sekali keterbatasan-keterbatasan kami, terutama dalam bidang pengelolaan managemen keuangan dilingkungan musholla. Managemen yang kurang bagus telah menyebabkan kurang efektifnya pengaturan administrasi keuangan yang berada di MUSHOLLA ALL MUSTAKIM, sehingga pada saatnya untuk merenovasi bangunan musholla saja sangat minim sekali anggaran yang harus dikeluarkan. Maka dari itu kami mengharapkan sekali atas cairnya dana yang kami anggarkan untuk merenovasi MUSHOLLA ALL MUSTAKIM Dusun Kuren Desa Karang Tengah Kecamatan Tuntang Kabupaten Semarang.
Nama Kegiatan

Kegiatan ini bernama PEMBANGUNAN “MUSHOLLA ALL MUSTAKIM” DUSUN KUREN  DESA KARANG TENGAH KECAMATAN TUNTANG KABUPATEN SEMARANG.

Susunan Panitia

Susunan Panitia Kegiatan ini bernama PEMBANGUNAN “MUSHOLLA ALL MUSTAKIM” DUSUN KUREN  DESA KARANG TENGAH KECAMATAN TUNTANG KABUPATEN SEMARANG.
Sebagaimana terlampir.

Estimasi Anggaran

Estimasi Anggaran Kegiatan ini bernama PEMBANGUNAN “MUSHOLLA ALL MUSTAKIM” DUSUN KUREN  DESA KARANG TENGAH KECAMATAN TUNTANG KABUPATEN SEMARANG.
sebagaimana terlampir.
 


Penutup

Demikian Project Proposal ini kami buat sebagai  bahan acuan dalam pelaksanaan kegiatan Kegiatan ini bernama PEMBANGUNAN “MUSHOLLA ALL MUSTAKIM” DUSUN KUREN  DESA KARANG TENGAH KECAMATAN TUNTANG KABUPATEN SEMARANG.
 Hal-hal yang belum diatur akan ditentukan kemudian.


                                                                                      Kuren,  Maret 2008



PANITIA PEMBANGUNAN “MUSHOLLA ALL MUSTAKIM”
DUSUN KUREN  DESA KUREN KECAMATAN TUNTANG
 KABUPATEN SEMARANG




                            Ketua                                                                             Sekretaris




                      (TURMUDI)                                                                 (SUGIYANTO)


 Lampiran 1



ESTIMASI ANGGARAN  PEMBANGUNAN “MUSHOLLA ALL MUSTAKIM”
DUSUN KUREN DESA KARANG TENGAH KECAMATAN TUNTANG


No
Uraian Kebutuhan
Analisis
Volume
Harga (Rp)
Jumlah (Rp)
Satuan        Semua

KEBUTUHAN MATERIAL    :
1.
2.
3.
4.
Pasir Rit Besar
Besi 8 Ø x 10
Semen
Batu Bata
Dihitung
Dihitung
Dihitung
Dihitung
10 Rit
5 Bt
30 Zak
2000 Bh
500.000
210.000
32.000
300
5.000.000
1.050.000
960.000
600.000


Jumlah                                                                                                        7.610.000


TENAGA KERJA SWADAYA MASYARAKAT     :
1.
2.
Tenaga Tukang
Tenaga Pekerja
Dihitung
Dihitung
10 HOK
10 HOK
25.000
17.500
250.000
175.000


JUMLAH ANGGARAN TOTAL                                                            8.035.000



Lampiran 2


SUSUNAN PANITIA PEMBANGUNAN “MUSHOLLA ALL MUSTAKIM”
DUSUN KUREN DESA KUREN KECAMATAN TUNTANG


PELINDUNG                                          :  1.   Camat Tuntang
2.      Kepala Desa Karang Tengah

PANITIA PELAKSANA

Ketua                                                        :  Turmudi

Sekretaris                                                  :  Sugiyanto

Bendahara                                                 :  Sutrimo


SEKSI-SEKSI

1.      Pelaksana Teknis                                 :  Sukardi

2.      Humas/Usaha dana                             :  Tugima
Terimakasih telah berkunjung di artikel

Rabu, 16 Januari 2013

Proposal Untuk Kegiatan

Proposal adalah suatu bentuk rancangan kegiatan yang dibuat dengan kata-kata yang formal dan standar. Dalam dunia ilmiah, proposal mengarah pada suatu  rancangan penelitian yang akan dilakukan oleh seorang peneliti tentang suatu bahan penelitian.

Namun kali ini kita tidak akan membahas tentang proposal penelitian tersebut, tapi kepada hal yang berhubungan dengan aktifitas umum terutama tentang seputar rancangan acara dan kegiatan.

Secara mendasar, harus di garis bawahi bahwa penulisan proposal hanya salah satu dari sekian banyak tahap perencanaan. Adapun secara umum, penulisan proposal dapat dirangkum sebagai berikut :

  • Pendahukuan
  • Dasar Pemikiran
  • Tujuan Kegiatan
  • Tema Kegiatan
  • Jenis Kegiatan
  • Target Kegiatan
  • Sasaran / Peserta Kegiatan
  • Waktu dan Tempat Pelaksanaan
  • Anggaran Dana
  • Susunan Panitia
  • Jadwal Kegiatan
  • Penutup
Dibawah ini adalah contoh Proposal kegiatan :


PROPOSAL
NASI BUNGKUS 2000

1. Latar Belakang Kegiatan
Nasi adalah bahan pangan yang biasa dikonsumsi masyarakat Indonesia sebagai makanan pokok. Nasi pun menjadi sangat penting dalam kehidupan masyarakat sebagai pemenuhan zat-zat yang bergizi bagi tubuh mereka dan juga sebagai karbohidrat untuk membangun tenaga. Belakangan ini, harga beras pun naik sehingga banyak masyarakat yang susah memenuhi kebutuhan pangan mereka. Masyarakat golongan menengah ke bawah pun menjadi kesusahan dan akhirnya harus mengkonsumi bahan pangan lain yang kurang bergizi dibandingkan dengan nasi.

Kami menyadari bahwa beberapa masyarakat di sekitar sekolah SMP N 17 pun termasuk golongan menengah ke bawah. Beberapa di antara mereka membutuhkan bantuan berupa bahan pangan yang bergizi dan juga halal dan tentunya layak untuk dikonsumsi oleh masyarakat.

Maka dari itu, kami pun ingin mengadakan kegiatan Nasi Bungkus Murah yang diselenggarakan di sekolah SMP N 17 dan juga di beberapa tempat di sekitar sekolah SMP N 17 dengan tujuan agar masyarakat dapat menikmati makanan yang bergizi dan enak dengan harga yang murah.

2. Nama Kegiatan
Nama Kegiatan ini adalah “Nasi Bungkus 2000”

3. Tujuan Kegiatan
Adanya tujuan kegiatan ini
  • Meningkatkan hubungan antara warga sekitar dengan sekolah SMP N 17
  • Berbakti sosial dengan warga sekitar khusunya golongan menengah ke bawah
  • Meringankan beban warga sekitar dalam bidang ekonomi.


4. Dasar Pelaksanaan
Kegiatan ini merupakan hasil rapat yang dilaksanakan pada tanggal 2 Agustus, hari Sabtu yang dihadiri oleh 25 orang dan hasilnya ada sebagai berikut :
  • Pelaksanaan kegiatan sosial dengan cara mengadakan penjualan nasi bungkus murah yang dijual kepada masyarakat menengah ke bawah di sekitar lingkungan Sekolah SMP N 17
  • Harga nasi bungkus yang ditetapkan adalah Rp.2000
  • Penjualan nasi bungkus per hari adalah 250 bungkus.


5. Pelaksanaan
Kegiatan sosial ini akan dilaksanakan pada
  • Hari / tanggal : Sabtu, 17 November 2012
  • Waktu : 11.15—15.30 WIB
  • Tempat : SMP N 17, Jalan Raya Cisayong No 143 Tasikmalaya
  • Acara : terlampir

6. Sasaran
Sasaran kegiatan ini adalah masyarakat golongan menengah ke bawah dan murid SMP N 17

7. Kepanitiaan
(Terlampir)

8. Anggaran
(Terlampir)


9. Penutup
Demikianlah proposal kegiatan ini kami buat dengan sebagaimana adanya. Besar harapan kami agar kegiatan ini dapat terlaksana dengan baik. Oleh karena itu kami mohon bantuannya dan dukungannya dari semua pihak agar kegiatan ini dapat terlaksana.

Sebelumnya kami ucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada semua pihak yang telah membantu kami, atas persetujuannya, dukungannya serta partisipasinya sejak persiapan hingga terlaksananya kegiatan ini.

Akhir kata, kami mengharapkan kritik dan saran dari proposal yang jauh dari sempurna ini sebagai bahan evaluasi untuk kegiatan kami berikutnya.

Mengetahui,



Cecep Suherman                                      Anita Indahsari
Ketua                                                  Sekretaris

Mengesahkan,




Gatot SBJ                                               Dodi Darisman
Kepala Sekolah                                       Penanggung Jawab


LAMPIRAN

1. Acara
  • 07.00—10.55 : pembelajaran di sekolah
  • 10.55—11.10 : waktu istirahat
  • 11.10—13.00 : mempersiapkan nasi bungkus
  • 13.00—15.00 : menjual dan mendistribusikan nasi bungkus ke masyarakat
  • 15.00—15.30 : membereskan alat-alat dan perlengkapan

2. Kepanitiaan
  • Pelindung : Gatot SBJ 
  • Penanggung Jawab : Dodi Darisman
  • Pembina : Dodi Darisman
  • Ketua : Cecep Suherman
  • Wakil : Dadang Mulyana
  • Sekretaris : Anita Indahsari
  • Bendahara : Rio Patinasarani
  • Seksi Koordinator : Ujang Kemot
  • Seksi Dokumentasi : Udin Petot
  • Seksi Perlengkapan : Cius Miapah

3. Anggaran
Pemasukan :
  • Sponsor Utama : Rp 3.000.000
  • Donatur : Rp 1.000.000
  • Hasil Penjualan : Rp 2.000.000
  • Total : Rp 6.000.000

Pengeluaran :
  • Beras 100 kg : Rp. 600.000
  • Telur 10 kg : Rp 160.000
  • Bihun 1kg : Rp 10.000
  • Minyak Goreng : Rp 20.000
  • Sayur Mayur 6 kg : Rp 30.000
  • Daging : Rp 300.000
  • Bumbu Dapur : Rp 20.000
  • Bungkus Kertas : Rp 250.000
  • Daun pisang : Rp 10.000
  • Transport : Rp 100.000
  • Total : Rp 1.500.000
  • Total 4 hari : Rp 6.000.000

PROPOSAL PENELITIAN EKONOMI MANAJEMEN PEMASARAN

MENGANALISIS FAKTOR YANG
MEMPENGARUHI
PERILAKU KONSUMEN DALAM PEMBELIAN SEPEDA MOTOR YAMAHA

BAB I
PENDAHULUAN

A.    Latar Belakang


Di era globalisasi ini banyak sekali terdapat merk-merk sepeda motor yang ditawarkan kepada konsumen seperti merk YAMAHA, HONDA, SUZUKI, KAWASAKI, KTM dan lain sebagainya. Dimana masing-masing merk motor tersebut berusaha untuk membuat produknya lebih unggul dibandingkan merk lain maka, kegiatan pemasaran yang baik dan tepatlah yang memegang peranan yang penting dalam menunjang kelangsungan usaha dan perkembangan suatu perusahaan. Dengan kata lain pihak produsen harus mampu merebut hati konsumen akan hasil suatu produksi yang dijual dan berupaya untuk memuaskan konsumennya.


Dalam meahami perilaku konsumen tentu tidak mudah karena konsumen memiliki sifat yang berbeda-beda sebagaimana dari kebutuhan manusia yang tidak terbatas disamping dipengaruhi oleh kondisi eksternal dan internal lainnya yang berakibat langsung terhadap prilaku konsumen. Faktor eksternal tersebut meliputi, kebudayaan, sub budaya, kelas sosial, kelompok sosial, kelompok referensi, dan keluarga. Sedangkan faktor internalnya adalah faktor yang ada pada diri konsumen itu sendiri ( psikologis ) yang meliputi : belajar, kepribadian, dan konsep diri, serta sikap. ( Stanton,1996:155 ).


Dan oleh sebab itu, konsumen harus dapat mengendalikan perubahan prilaku tersebut dengan berusaha mengimbanginya, yakni dengan mempengaruhi konsumen dalam membeli produk yang ditawarkan dan melalui evaluasi berkala demi kelangsungan hidup produsen itu sendiri. Tidak semua sepeda motor diminati oleh sebagian besar konsumen yang ada, tetapi hanya beberapa saja.


Sepeda motor YAMAHA sepertinya sudah menjadi tuntutan para pengendara sepeda motor terutama pengendara yang tidak mau repot ketika mau memindahkan gigi motornya, karena motor ini tidak mengunakan sistem pemindah gigi pada motor bebek lainya. Melainkan ketika mengendarainya pengendara hanya cukup mengatur gas nya saja. Melihat keadaan ini penulis tertarik untuk melakukan penelitian mengenai perilaku konsumen yang yang merupakan salah satu dasar dalam menerapkan strategi pemasaran untuk mencapai tujuan, yaitu memberikan kepuasan kepada konsumen,sehingga diharapkan dapat membawa kepada peningkatan penjualan yang berakibat langsung pada peningkatan pasar.


B. Rumusan Masalah

Berdasarkan latar belakang masalah yang di kemukakan,maka dapat diidentifikasikan beberapa hal sebagai berikut :


•    Banyaknya merk-merk sepeda motor yang ditawarkan oleh produsen kepada konsumen.

•    Sepeda motor merupakan salah satu alat transportasi yang cukup efesien dan mudah mengunakannya.
•    Pentingnya memahami prilaku konsumen untuk meningkatkan penjualan.
•    Sepeda motor YAMAHA diminati oleh mahasiswa Fakultas Ekonomi UNIHAZ.

Sehingga berdasarkan uraian diatas, maka permasalahannya dapat dirumuskan sebagai berikut :

1.    Apakah faktor-faktor seperti harga, selera, kualitas, harga jual kembali, prestice, dan promosi secara simultan mempengaruhi prilaku konsumen dalam membeli sepeda motor YAMAHA ?
2.    Dari faktor-faktor tersebut, faktor manakah yang paling dominan memberikan pengaruh terhadap prilaku konsumen terhadap pembelian sepeda motor YAMAHA !

C. Tujuan dan Manfaat Penelitian


1.    Tujuan Penelitian

Berdasarkan rumusan masalah diatas, maka tujuan penelitian yang hendak dicapai adalah sebagai berikut :

1.1              Untuk mengetahui perilaku konsumen dalam pembelian sepeda motor YAMAHA, dilihat dari harga, selera, kuallitas, harga jual kembali, prestice, dan promosi.

1.2              Untuk mengetahui faktor yang paling dominan mempengaruhi prilaku konsumen dalam pemnelian sepeda motor YAMAHA.

2. Manfaat Penelitian

Manfaat yang diharapkan dari penelitian ini adalah sebagai berikut :
2.1              Penelitian ini diharapkan menjadi bahan pertimbangan dan masukan bagi perusahaan dalam menetapkan kebijakan dan strategi dibidang pemasaran untuk mengimbangi usaha bisnis mereka.
2.2              Diharapkan dapat menjadi bahan pertimbangan bagi penelitian selanjutnya.

BAB II

TINJAUAN PUSTAKA

   

A.Landasan Teori

1.      Pengetian Pemasaran


Sehubungan dengan permasalahannya yang terdapat dalam penelitian ini maka diperlikan teori-teori dan konsep-konsep yang memerlukan penjelasan. Dalam banyak perusahaan dewasa ini, pemasaran memegang peranan sebagai suatu faktor penting untuk bertahan menjalan usaha dan bergelut dalam dunia persaingan. Pemasaran merupakan faktor penting sebagai strategi perusahaan dalam menjalankan usahanya terutama yang berhubungan dengan konsumen. Kata pemasaran berasal dari kata pasar, atau bisa juga diartikan dengan mekanisme yang mempertemukan permintaan dan penawaran.


Menurut Kotler ( 2002 : 9 ) “Pemasaran adalah proses sosial yang didalamnya individu dan kelompok mendapatkan apa yang mereka butuhkan dan inginkan dengan menciptakan, menawarkan, dan secara bebas mempertukarkan produk yang bernilai dengan pihak lain”.


Menurut Stanton ( 1996 : 6 ) “Pemasaran adalah suatu sistem keseluruhan dari kegatan-kegiatan usaha yang ditujukan untuk merencanakan, menentukan harga, mendistribusikan barang dan jasa yang dapat memuaskan kebutuhan baik kepada pembeli yang ada maupun pembeli potensial.”


Menurut Lamb, Hair, Me Daniel ( 2001 : 6 ) “Pemasaran adalah suatu proses perencanaan dan menjalankan konsep, harga, promosi, dan sejumlah ide, barang dan jasa untuk menciptakan pertukaran yang mampu memuaskan tujuan individu dan organisasi.”

Dari ketiga definisi diatas dapat ditarik kesimpulan bahwa pada dasarnya pemasaran bukan hanya kegiatan menjual barang maupun jasa tetapi juga meliputi kegiatan untuk memenuhi keinginan dan kebutuhan dengan berusaha mempengaruhi konsumen untuk bersedia membeli barang dan jasa perusahaan melalui penciptaan, penawaran, dan pertukaran produk yang bernilai.

Hal ini sangat penting bagi manajer pemasaran untuk memahami tingkah laku konsumen tersebut.Sehingga perusahaan dapat mengembangkan, menentukan harga, mempromosikan, dan mendistribusikan produk secara lebih baik. Dengan mempelajari prilaku konsumen, manajer akan mengetahui kesempatan, mengidentifikasi, serta menentukan segmentasi pasar                                                                             2.      Prilaku Konsumen


Menurut Swasta ( 1996 : 6) “Prilaku konsumen dapat didefisikan sebagai kegiatan individu yang secara langsung terlibat dalam mendapatkan termasuk mempergunakan barang dan jasa keputusan pada persiapan dan menentukan kegiatan-kegiatan tersebut.”

Menurut Peter J. Paul dan Jerry C. Olson ( 200 : 6 ) “Prilaku konsumen merupakan interaksi dinamis antara pengaruh dan kondisi kejadian disekitar lingkungan, dimana manusia melakukan aspek pertukaran dalam kehidupan mereka.”

Dari dua jenis definisi di atas dilihat ada dua hal penting dari prilaku konsumen yaitu proses pengembalian keputusan dan kegiatan fisik yang semuanya ini melibatkan individu dalam menilai, mendapatlkan dan mempergunakan barang-barang dan jasa secara ekonomis. Dengan kata lain prilaku konsumen adalah ilmu yang mempelajari tingkah laku konsumen dalam arti tindakan-tindakan yang dilakukan untuk membeli suatu barang atau jasa tertentu.


3. Faktor-faktor Yang Mempengaruhi Prilaku Pembelian Konsumen


a.      Kebudayan


Kebudayaan mempunyai pengaruh paling luas dan mendalam terhadap prilaku konsumen yang terdiri dari budaya, sub budaya, dan kelas sosial. Budaya merupakan karakter yang paling penting dari suatu sosial yang membedakannya hanyalah dari kelompok budaya lain menjadi penentu dan keinginan dan prilaku paling mendasar. Masing-masing budaya terdiri dari keseluruhan suatu budaya, terbagi dalam suatu strata atau kelas sosial, kelas sosial merupakan kelompok orang yang sama-sama mempertimbangkan secara dekat persamaan diantara mereka sendiri.


b.      Faktor Sosial


Pada umumnya konsumen sering meminta pendapat orang lain dari sekitar dan lingkungannya tentang produk apa yang akan dibeli. Karena itulah lingkungan sosial ini memberikan pengaruh terhadap prilaku konsumen, faktor sosial ini terdiri dari 3 ( tiga ) bagian, yaitu : kelompok acuan, keluarga, dan peran seseorang. Dengan pendapat yang diperoleh dari suatu kelompok maka konsumen dapat membuat keputusan kosumsi, keluaga sebagai organisasi pembelian konsumen yang paling penting juga berpengaruh secara langsung terhadap keputusan seseorang dalam membeli barang sehari-hari. Suatu produk atau merk dapat mengambarkan peran dan status pemakainya.


c. Faktor Pribadi


Mulai dari bayi hingga dewasa dan menjadi tua, manusia selalu membutuhkan barang dan jasa. Pilihan barang yang dibeli secara otomatis dipengaruhi oleh keadaan ekonomi dan gaya hidup yang bersangkutan. Gaya hidup adalah cara hidup seseorang yang terlihat melalui aktifitas dan gaya hidup mewah tentunya akan menentukan pilihan barang dan jasa yang berkualitas.


Selain itu kepribadian dan konsep diri juga mempengaruhi pilihan produk, konsep diri adalah bagaimana konsumen memprepsikan diri mereka sendiri yang meliputi sikap, persepsi-persepsi, keyakinan, dan evaluasi diri karena sangat berguna dalam menganalisis prilaku konsumen sehingga perusahaan mengunakan konsep yang berhubungan dengan keprinadian seseorang.


d. Faktor Psikologis


Sikap  pembelian psikologis dipengaruhi oleh 4 ( empat ) faktor psikologis utama yaitu : motivasi, persepsi, pembelajaran, dan kepercayaan. Motivasi merupakan bentuk yamg mendorong seseorang dalam melakukan sesuatu sesuai dengan tujuan yang ingin dicapai. Melalui motivasi proses pengamatan dan belajar sesorang memperoleh kepercayaan terhadap suatu produk yang secara otomatis mempengaruhi prilaku pembelian konsumen. Para konsumen mengembangkan beberapa keyakinan mengenai ciri-ciri suatu produk dan selanjutnya akan membentuk suatu sikap konsumen terhadap produk tersebut.


e. Faktor Pribadi


Menurut Kotler ( 2002 : 204 ) “Tujuan pemasaran adalah mempengaruhi dan memuaskan kebutuhan serta keinginan pelanggan yang menjadi sasaran. Pada bidang prilaku konsumen ini mempelajari bagaimana individu, kelompok, dan organisasi memilih, membeli, memakai, dan membuang barang dan jasa, gagasan, atau pengalaman dalam rangka memuaskan keputusan dari hasrat mereka. Para perusahaan yang cermat melakukan riset atau quesioner atas proses keputusan yang ada dalam jenis produk mereka. Ketika membuat keputusan untuk membeli suatu produk kosumen melewati tahap-tahap sebagai berikut :


1.      Pengenalan Masalah


Proses pembelian dimulai saat pembeli mengenali sebuah masalah atau kebutuhan. pembeli merasakan perbedaan antara keadaan akatualnya dengan keadaan yang diingunkannya. Kebutuhan umum seseorang seperti lapar dan haus saat mencapai titik tertentu dapat menjadi dorongan. Kebutuhan dapat juga ditimbulkan oleh rangsangan eksternal seperti ketika seseorang memperhatikan atau melihat iklan mobil dan ingin membelinya. Dengan mengumpulkan informasi dari sejumlah konsumen, pemasar dapat mengidentifikasi rangasangan yang paling sering membangkitkan minat akan suatu jenis bproduk. Pemasar kemudian dapat membangkitkan strategi pemasaran yang mampu memacu minat konsumen.


2.      Pencarian Informasi


Saat seseorang mulai menyadari kebutuhannya, maka produk dan merk harus diidentifikasikan untuk memenuhi kebutuhannya. Dalam mencapai berbagai alternative untuk memuaskan kebutuhan konsumen dipengaruhi oleh  faktor-faktor seperti beberapa banyak biaya waktu, beberapa banyak informasi dari masa lalu dan sumber-sumber lain yang sudah dimiliki konsumen. Yang menjadi minat utama pemasar adalah sumber-sumber informasi utama yang menjadi acuan konsumen dan pengaruh relative dari tiap sumber tersebut terhadap kepuasan pembelian selanjutnya. Secara umum konsumen mendapatkan informasi tentang suatu produk dari sumber komersial yaitu sumber yang didiominasi oleh pemasar.


3.      Evaluasi Alternatif


Jika semua alternatif yang wajar diidentifikasikan, konsumen harus mengeveluasinya satu per satu sebagai persiapan untuk mengadakan pembelian. Kriteria evaluasi yang dipakai konsumen mencakup pengalaman masa lalu dan sikap terhadap aneka merk. Konsumen juga mendengarkan tanggapan-tanggapan keluarga dan orang lain. Beberapa konsep dasar akan membantu pemasar dalam memahami evaluasi konsumen yakni yang pertama, konsumen berusaha memenuhi suatu kebutuhan. Kedua, konsumen mencari manfaat tertentu dari suatu produk. Ketiga, konsumen memandand setiap produk sebagai sekumpulan atribut dengan kemampuan yang berbeda-beda dalam memberikan manfaat yang dicari untuk memuaskan kebutuhan.


4.      Keputusan Pembelian


Setelah mencari dan mengevaluasi berbagai alternative untuk memenuhi kebutuhan pada titik tertentu harus memutuskan antara membeli atau tidak membeli, jika keputusan yang diambil adalah membeli, konsumen harus membuat rangkaian keputusan yang menyangkut merk, harga, tempat penjualan, warna, dan lain-lain.


5.      Prilaku Paska Pembelian


Saat membeli suatu produk, bagi seseorang konsumen akan mengalami tingkat kepuasan dan ketidak puasan tertentu. Perasaan konsumen setelah melakukan pembelian dapat mempengaruhi pembelian ulang dan juga ditambah dengan apa yang dikatakn konsumen kepada teman atau kerabat tentang produk tersebut. Biasanya konsumen akan mengalami kecemasan purnabeli, kecemasan ini disebut disonasi kognitif purnabeli yang terjadi karena setiap alternative yang dihadapi konsumen memiliki kelebihan dan kekurangan.


B. Kerangka Analisa

Faktor-faktor yang mempengaruhi tingkat kepuasan pelanggan sepeda motor YAMAHA dilingkungan mahasiswa Fakultas Ekonomi UNIHAZ

│
Tanggapan terhadap pelanggan
│
Tingkat kepuasan pelanggan sepeda motor YAMAHA dilingkungan mahasiswa Fakultas Ekonomi UNIHAZ

C. Hipotesis Penelitian


a.       Hipotesis I


Ho : Diduga faktor-faktor seperti harga, selera, kualitas, harga jual kembali, prestice, dan promosi, secara simultan tidak berpengaruh terhadap prilaku konsumen dalam pembelian sepeda motor YAMAHA.

Ha : Diduga faktor-faktor seperti harga, selera, kualitas, harga jual kembali, prestice, dan promosi, secara simultan berpengaruh terhadap prilaku konsumen dalam pembelian sepeda motor YAMAHA.

b.      Hipotesis II


Ho : Diduga faktor kualitas tidak mempunyai pengaruh dominan terhadap prilaku konsumen dalam pembelian sepeda motor YAMAHA dilingkungan Fakultas Ekonomi UNIHAZ.

Ha :  Diduga faktor kualitas mempunyai pengaruh dominan terhadap prilaku konsumen dalam pembelian sepeda motor YAMAHA dilingkungan Fakultas Ekonomi UNIHAZ.

BAB III

METODOLOGI PENELITIAN

A.                   Lokasi Penelitian


Penelitian ini mengambil lokasi pada Fakultas Ekonomi Universitas Prof. DR. Hazairin. SH yang beralamatkan Jl. Jend. A. YANI NO.1 telp ( 0736 ) 21536, 20956 Bengkulu.


B.                    Populasi dan Sampel


1.      Populasi penelitian

Populasi dalam penelitian ini mencakup seluruh mahasiswa Fakultas Ekonomi UNIHAZ yang membeli sepeda motor YAMAHA.

2.      Sampel Penelitian

Karena jumlah populasi yang sangat besar yaitu lebih dari 100 dan keterbatasan waktu, serta tenaga yang dimiliki, maka jumlah yang akan diambil sebanyak 50 responden yang terdapat dalam populasi tersebut. Dimana menurut Arikunto ( 2002 : 12 ) jika populasi lebih dari 100 orang maka diambil sampai 5%-10% atau 20%-30% dari jumlah populasi. Sedangkan menurut Guilford ( 1987 : 125 ) jumlah sampel yang diambil adalah lebih besar dari persyaratan minimal sebanyak 30 responden dimana semakin besar sampel akan memberikan hasil yang akurat.

C.                   Jenis dan Sumber Data


1.      Jenis Data

Jenis data yang digunakan dalam penelitian ini berupa :
a. Data Kualitatif
Yaitu data yang berbentuk kata, kalimat, skema, dan gambar, seperti literatur-literatur serta teori-teori yang berkaitan dengan penelitian penulis.
b. Data Kualintatif
Yaitu data yang berbentuk angka atau data kualitatif yang diangkakan ( scoring ).

2.      Sumber Data

Sumber data dalam penelitian ini berupa :
a.       Data Primer
Yaitu data yang diperoleh langsung dari responden penelitian melalui wawancara dan quesioner di lapangan.                                                                                                                                                       D.    Teknik Pengumpulan Data
Metode pengumpulan data dalam penelitian ini adalah :
a.       Interview
Yaitu suatu metode yang secara langsung mengadakan wawancara kepada koresponden dengan beberapa pertanyaan untuk mendapatkan data primer.
b.      Quesioner
Yaitu teknik pengambilan data dengan memberikan seperangkat pertanyaan atau pertanyaan tertulis kepada responden untuk menjawab.

E.     Variabel Penelitian

Variabel yang digunakan dalam penelitian ini adalah :
1.      Variabel Terikat ( Y )
Yaitu, perilaku konsumen dalam membeli sepeda motor dilingkungan mahasiswa Fakultas Ekonomi UNIHAZ.
2.      Variabel Bebas ( X )
Harga , selera, kualitas, harga jual kembali, prestice, dan promosi. Untuk mengetahui hasil tanggapan responden terhadap variabel-variabel penelitian maka digunakan data interval skala 0-10, sedangkan untuk mengetahui pengukuran dan interprestasi data, maka data internal dibagi menjadi 5 ( lima ) skor interval sebagai berikut 

   0 ≤ 2 skor 1

2,1 ≤ 4 skor 2
4,1 ≤ 6 skor 3
6.1 ≤ 8 skor 4
8,1 ≤ 10 skor 5

F.      Defenisi Operasional Variabel


1.     Harga ( X.1 )

Melihat tanggapan konsumen mengenai variabel harga-harga sepeda motor YAMAHA dibandingkan dengan produk yang sejenis.

 X.1.1 Perbandingan dengan harga pesaing

Tanggapan konsumen terhadap perbandingan harga sepeda motor YAMAHA dengan sepeda motor lain seperti, HONDA, SUZUKI KAWASAKI, dan lain-lain. Diukur dalam rupiah.
X.1.2 Harga yang ditetapkan
Tanggapan konsumen terhadap harga yang ditetapkan dari produk yang dibeli konsumen. Diukur dalam rupiah.

2.     Selera ( X.2 )
Gambaran produk sepeda motor YAMAHA yang diinginkan konsumen dalam memberikan kesenangan dan kepuasan. Indikatornya adalah :
X.2.1 Jenis Model
Penilaian konsumen terhadap berbagai tipe pilihan sepeda motor YAMAHA  yang ditawarkan oleh produsen.
X.2.2 Warna
Penilaian konsumen terhadap ragam pilihan warna yang ada pada sepeda motor YAMAHA.
X.2.3 Penampilan Luar atau Body
Penilaian penampilan luar sepeda motor YAMAHA dibandingkan dengan produk pesaingnya.
X.2.4 Ukuran Isi Sylinder Mesin atau CC
Penilaian konsumen terhadap ukuran isi sylinder mesin atau cc terhadap sepeda motor YAMAHA dibandingkan produk pesaingnya.
Ketiga indikator diatas diukur berdasarkan tingkat kesenangan dan kepuasan konsumen.

3.     Kualitas ( X3 )

Melihat tanggapan konsumen terhadap kualitas sepeda motor YAMAHA.
X.3.1 Kenyamanan
Penilaian konsumen pada saat mengunakan sepeda motor YAMAHA.
X.3.2 Daya Tahan
Penilaian konsumen terhadap usia operasional sepeda motor YAMAHA yang diharapkan dalam berbagai kondisi cuaca.
   
4.     Harga Jual Kembali ( X4 )
Mengetahui tanggapan kosumen terhadap harga jual kembali dan kemudahan dalam memasarkan produk yang sudah dipakai.
X.4.1 Harga Jual Kembali
        Penilaian konsumen terhadap harga sepeda motor YAMAHA. Diukur dalam rupiah.
X.4.2 Pemasaran Produk Purna Pakai
        Penilaian konsumen terhadap tingkat kemudahan pemasaran dan penerimaan dari konsumen lainnya terhadap harga jual sepeda motor YAMAHA purna pakai. Di ukur berdasarkan perlakuan.

5.     Prestice ( X5 )

Nilai kebanggan yang dirasakan seseorang akibat penggunaan suatu produk. Diukur dari tingkat kesenangan konsumen.

6.     Promosi ( X6 )

Suatu bentuk komunikasi pemasaran seperti akivitas untuk menyebarkan informasi, mempengaruhi, membujuk konsumennya untuk membeli sepeda motor YAMAHA.
X.6.1 Iklan
Tanggapan konsumen terhadap iklan sepeda motor YAMAHA yang disampaikan oleh pemasar. Dapat diukur dari frekuensi, luas jangkauan, serta ukuran.
X.6.2  Hadiah
Respon konsumen terhadap sikap simpatik pemasar pada saat membeli sepeda motor YAMAHA. Diukur berdasarkan tingkat kesenangan konsumen.

G.    Uji Validasi dan Reabilitasi Instrumen Penelitian


Uji Validasi dan Reabilitasi instrumen penelitian ini dimaksudkan agar data yang diproleh dengan cara penyetaraan quesioner valid dan reliable. Instrumen dikatakan valid jika mampu mengukur apa yang diinginkan dan mampu mengungkapkan data yang diteliti secara tepat. Tinggi rendahnya instrumen menunjukan sejauh mana data yang dikumpulkan tidak menyimpang dari gambaran variabel yang dimaksud ( Suharsimi Arikunto, 145 : 2002 )


Uji validasi yang digunakan dalam penelitian ini adalah uji validasi item, yaitu menguji terhadap kualitas item-itemnya, yaitu dengan menghitung koreasi antara setiap item dengan skor total sebagai kriteria validitasnya.


Uji realibilitas bertujuan untuk menguji sejauh mana alat ukur dapat dipercaya atau diandalkan. Pengukuran realibilitasi dilakukan dengan menggunakan koefesien Alpha Cronbach (a). Dimana biasanya reabilitas minimal 0,5.


H.    Teknik Analisa Data


Data yang terkumpul akan dianalisis menggunakan teknik analisis statistik dengan menggunakan program SPPS, dimana rumus statistik yang digunakan adalah Linier Multiple Regression ( regresi liniear berganda ), dimana fungsinya adalah :


Y = a + b1. .X.1 + b2 .  X2  +  3 + X3  +  b4 . X4  +  b5. X5  +  b6. X6  + e


Fungsi tersebut menerangkan hubungan antara dua variabel bebas ( X ) dan variabel terikat ( Y ), Dimana :

Y : Prilaku konsumen
a : Konstanta
b1 s/d b6 : Koofesien Regresi
          X1 : Harga
          X2 : Selera
          X3 : Kualitas
          X4 : Harga Jual Kembali
          X5 : Prestise
          X6 : Promosi
             e : Faktor ganguan

I.       Uji asumsi Klasik

a.       Uji Multikolinieritas
Uji multikolinieritas digunakan untuk mengetahui ada tidaknya kolerasi antara variabel indipendent, jika terjadi kolerasi maka terdapat problem multikolinieritas. Untuk mengetahui ada tidaknya multikolonieritas antar variabel, dapat dilihat dari Variabel Inflation ( VIF )  dari masing-masing variabel bebas terdapat variabel terikat. Jika nilai VIF kurang dari sepuluh dapat dinyatakan tidak terjadi multikolinieritas ( Gujarati, 1995 ).

b.      Uji Heteroskedastisitas

Uji heterskedastisitas digunakan untuk menguji apakah dalam model regresi tidak terjadi kesamaan varian dari residual suatu pengamatan yang lain. Jika varial residual dari suatu pengamat kepengamatan yang lain tetap, maka disebut omoskedasitisitas. Dan jika varian berbeda disebut heteroskedastisitas ( Santoso, Singgih 2002 : 208 ). Untuk mengetahui ada tidaknya heteroskedastisitas dalm penelitian ini mengunakan metode Sperman Rank Corellation. Apabila hasil pengujian menunjunkan lebih dari α = 5% maka tidak ada heteroskedastisitas.

c.       Uji Autokorelasi

Uji autokolerasi digunakan untuk mengetahui apakah dalam pesamaan regrasi mengandung korelasi atau tidak diantara variabel penggangu. Menurut Singgih Santoso ( 2002 : 219 ) untuk mengetahui adanya autokoelasi digunakan uji Durbin-Watson mendekati angka 2 ( dua ) berarti tidak ada autokorelasi.
d.      Uji Normalitas
Uji normalitas dilakukan untuk mengetahui apakah model regresi, variabel independent, variabel dependent, atau keduanya mempunyai distribusi normal atau tidak. Untuk mengetahuinya digunakan uji Kolmongorov-Smirnov, menurut Singgih Santoso ( 2001 : 214 ) pedoman pengambilan keputusan dalam uji normalitas yaitu, bila nilai Sig atau signifikan lebih besar daripada 0,005 maka distribusi adalah normalitas ( simetris ).

DAFTAR PUSTAKA


1. Stanton, William J.1996. Prinsip Pemasaran (terjemahan). Edisi 7, jilid 1. Erlangga. Jakarta.

2. Lamb,Hair,Mc Daniel.2001. Pemasaran (terjemahan).Edisi Bahasa Indonesia,Jilid Pertama.Salemba       empat.Jakarta.
3. Kotler, Philip.2002.Manajemen Pemasaran (terjemahan).Edisi Millenium, jilid 1.PT. Prenhallindo. Jakarta.
4. Enggel,Blackwell,Miniard.1994. Prilaku Konsumen (terjemahan).Edisi Enam.Jilid Pertama.Binarupa Aksara.Jakarta.
5. Arikunto,Suharsimi.2002. Prosedur Penelitian.Edisi Revisi V.PT.Rineka Cipta.Jakarta.
6. http://pian-glace.blogspot.com/2011/12/proposal-penelitian-ekonomi-manajemen.html

Proposal Penelitian Tindakan Kelas

PROPOSAL
PENELITIAN TINDAKAN KELAS
( PTK )


MENINGKATKAN MOTIVASI DAN PRESTASI BELAJAR IPA DENGAN METODE PEMBELAJARAN DISCOVERY PADA SISWA KELAS V DI SDN PAGAK 04
KECAMATAN PAGAK KABUPATEN MALANG
TAHUN PELAJARAN 2007/2008


OLEH :
PEMBAYUN SEKARWIYATI, S.Pd.
NIP. 196005171981122005






DINAS PENDIDIKAN
UPTD TK/SD DAN PLS KECAMATAN PAGAK
SEKOLAH DASAR NEGERI PAGAK 04
KECAMATAN PAGAK
KABUPATEN MALANG









PROPOSALPENELITIAN TINDAKAN KELAS( PTK )



Meningkatkan Motivasi dan Prestasi Belajar IPA dengan Metode Pembelajaran Discovery Pada Siswa Kelas V di SDN Pagak 04 Kecamatan Pagak Kabupaten Malang Tahun Pelajaran 2007/2008

A. Latar Belakang Masalah



Sistem pendidikan di Indonesia ternyata telah mengalami banyak perubahan. Perubahan-perubahan itu terjadi karena telah dilakukan berbagai usaha pembaharuan dalam pendidikan. Akibat pengaruh itu pendidikan semakin mengalami kemajuan.



Sejalan dengan kemajuan tersebut, maka dewasa ini pendidikan di sekolah-sekolah telah menunjukkan perkembangan yang sangat pesat. Perl~emangan itu terjadi karena terdorong adanya pembaharuan tersebut, sehingga di dalam pengajaranpun guru selalu ingin menemukan metode dan peralatan baru yang dapat memberikan semangat belajar bagi semua siswa. Bahkan secara keseluruhan dapat dikatakan bahwa pembaharuan dalam sistem pendidi kan yang mencakup seluruh komponen yang ada. Pembangunan d bidang pendidikan barulah ada artinya apabila dalam pendidiakn dapat dimanfaatkan sesuai dengan kebutuhan masyarakat dan bangsa Indonesia yang sedang membangun.



Pada hakekatnya kegiatan beiajar mengajar adalah suatu proses interaksi atau hubungan timbal balik antara guru dan siswa dalam satuan pembelajaran. Guru sebagai salah satu komponen dalam proses belajar menganjar merupakan pemegang peran yang sangat penting. Guru bukan hanya sekedar penyampai materi saja, tetapi lebih dari itu guru dapat dikatakan sebagai sentral pembelajaran.



Sebagai pengatur sekaligus pelaku dalam proses belajar mengajar, gurulah yang mengarahkan bagaimana proses belajar mengajar itu dilaksanakan. Karena itu guru harus dapat membuat suatu pengajaran menjadi lebeh efektif juga menarik sehingga bahan pelajaran yang disampaikan akan membuat siswa merasa senang dan merasa perlu untuk mempelajari bahan pelajaran tersebut.



Guru mengemban tugas yang berat untuk tercapainya tujuan pendidikan nasional yaitu meningkatkan kualitas manusia Indonesia, manusia seutuhnya yang beriman dan bertakwa terhadap Tuhan Yang Maha Esa, berbudi pekerti luhur, berkepribadian, berdisiplin, bekerja keras, tangguh, bertanggung jawab, mandiri, cerdas dan terampil serta sehat jasmani dan rohani, juga harus mampu menumbuhkan dan memperdalam rasa cinta terhadap tanah air, mempertebal semangat kebangsaan dan rasa kesetiakawanan sosial. Sejalan dengan itu pendidikan nasional akan mampu mewujudkan manusia-manusia pembangunan dan rnembangun dirinya sendiri serta bertanggung jawab atas pembangunan bangsa. Depdikbud (1999).



Berhasilnya tujuan pembelajaran ditentukan oleh banyak faktor di antaranya adalah faktor guru dalam melaksanakan proses belajar



mengajar, karena guru secara langsung dapat mempengaruhi, membina dan meningkatkan kecerdasan serta keterampilan siswa. Untuk mengatasi permasalahan di atas dan guna mencapai tujuan pendidikan secara maksirnal, peran guru sangat penting dan diharapkan guru memiliki cara/model mengajar yang baik dan mampu memilih model pembelajaran yang tepat dan sesuai dengan konsep-konsep mata pelajaran yang akan disampaikan.



Untuk itu diperlukan suatu upaya dalam rangka meningkatkan mutu pendidikan dan pengajaran salah satunya adalah dengan memilih strategi atau cara dalam menyampaikan materi pelajaran agar diperoleh peningkatan prestasi belajar siswa khususnya pelajaran IPA. Misalnya dengan mcmbimbing siswa untuk bersama-sama terlibat aktif dalam proses pembelajaran dan mampu membantu siswa berkembang sesuai dengan taraf intelektualnya akan lebih menguatkan pemahaman siswa terhadap konsepkonsep yang diajarkan. Pemahaman ini memerlukan minat dan motivasi. Tanpa adanya minat menandakan bahwa siswa tidak mempunyai motivasi untuk belajar. Untuk itu, guru harus memberikan suntikan dalam bentuk motivasi sehingga dengan bantuan itu anak didik dapat keluar dari kesulitan belajar. Sehingga nilai rata-rata mata pelajaran IPA yang diharapkan oleh guru adalah 90,00.Contoh Proposal PTK



Berdasarkan pengalaman penulis di lapangan, kegagalan dalam belajar rata-rata dihadapi oleh sejumlah siswa yang tidak memiliki dorongan belajar. Sehingga nilai rata-rata mata pelajaran IPA sangat rendah yaitu mencapai 50,00. Hal ini disebabkan karena guru dalam proses belajar mengajar hanya menggunakan metode ceramah, tanpa menggunakan alat peraga, dan materi pelajaran tidak disampaikan secara kronologis.



Untuk itu dibutuhkan suatu kegiatan yang dilakukan oleh guru dengan upaya membangkitkan motivasi belajar siswa, misalnya dengan membimbing siswa untuk terlibat la.ngsung dalam kegiatan yang melibatkan siswa serta guru yang berperan sebagai pembimbing untuk menemukan konsep IPA.



Motivasi tidak hanya menjadikan siswa terlibat dalam kegiatan akademik, motivasi juga penting dalam menentukan seberapa jauh siswa akan belajar dari suatu kegiatan pembelajaran atau seberapa jauh menyerap informasi yang disajikan kepada mereka. Siswa yang termotivasi untuk belajar sesuatu akan menggunakan proses kognitif yang lebih tinggi dalam mempelajari materi itu, sehingga siswa itu akan meyerap dan mengendapkan materi itu dengan lebih baik. Tugas penting guru adalah merencanakan bagaimana guru mendukung motivasi siswa (Nur, 2001 : 3). Untuk itu sebagai seorang guru disamping menguasai materi, juga diharapkan dapat menetapkan dan melaksanakan penyajian materi yang sesuai kemampuan dan kesiapan anak, sehingga menghasilkan penguasaan materi yang optimal bagi siswa.



Berdasarkan uraian tersebut di atas penulis mencoba menerapkan salah satu metode pembelajaran, yaitu metode pembelajaran penemuan (discovery) untuk mengungkapkan apakah dengan model penemuan (discovery) dapat meningkatkan motivasi belajar dan prestasi belajar IPA. Penulis memilih metode pembelaja.an ini mengkondisikan siswa untuk terbiasa menemukan, mencari, mendikusikan sesuatu yang berkaitan dengan pengajaran. (Siadari, 2001: 4). Dalam metode pembelajaran penemuan (discovery) siswa iebih aktif dalam memecahkan untuk menemukan sedang guru berperan sebagai pembimbing atau memberikan petunjuk cara memecahkan masalah itu.



Dari latar belakang tersebut di atas maka penulis dalam penelitian ini mengambil judul " Meningkatkan Motivasi Dan Prestasi Belajar IPA dengan Metode Pembelajaran Discovery Pada Siswa Kelas V Di SDN Pagak 04 Kecamatan Pagak Kabupaten Malang Tahun Pelajaran 2007/2008 ".







B. Rumusan Masalah



Berdasarkan latar helakang di atas, maka dapat dirumuskan suatu masalah sebagai berikut:

Bagaimanakah pengaruh metode pembelajaran discovery terhadap motivasi belajar siswa mata pelajaran IPA pada siswa kelas V di SDN Pagak 04 di Kecamatan Pagak Kabupaten Malang Tahun pelajaran 2007/2008?

Bagaimanakah peningkatan prestasi belajar siswa dengan diterapkannya pembelajaran discovery mata pelajaran IPA pada siswa kelas V di SDN Pagak 04 di Kecamatan Pagak Kabupaten Malang Tahun pelajaran 2007/2008?





C. Tujuan Penelitian Contoh Proposal PTK



Sesuai dengan permasalahan di atas, penelitian ini bertujuan untuk:

Ingin mengetahui pengaruh motivasi belajar siswa setelah diterapkan pembelajaran discovery mata pelajaran IPA pada siswa kelas V di SDN Pagak 04 Kecamatan Pagak Kabupaten Malang Tahun pelajaran 2007/2008.

Ingin mengetahui peningkatan prestasi belajar siswa setelah diterapkannya pembelajaran discovery mata pelajaran IPA pada siswa kelas V di SDN Pagak 04 Kecamatan Pagak Kabupaten Malang Tahun pelajaran 2007/2008.



D. Manfaat Penelitian


Penulis mergharapkan dengan hasil penelitian ini dapat bermanfaat bagi :


1. Guru
Memberikan informasi tentang metode pembelajaran yang sesuai dengan materi IPA.


2. Siswa
Meningkatkan motivasi dan prestasi pada mata pelajaran-pelajaran IPA


3. Sekolah
Memberikan masukan bagi sekolah sebagai pedoman untuk mengambil kebijakan di sekolah tersebut.


E. HipotesisTindakan


Hipotesis tindakan dalam penelitian tindakan adalah sebagai berikut:

Penerapan pembelajaran disvovery dapat meningkatkan motivasi belajar mata pelajaran IPA pada siswa kelas V di SDN Pagak 04 di Kecamatan Pagak Kabupaten Malang Tahun pelajaran 2007/2008.

Penerapan pembelajaran discovery dapat meningkatkan prestasi belajar siswa mata pelajaran IPA pada siswa kelas V di SDN Pagak 04 di Kecamatan Pagak Kabupaten Malang Tahun pelajaran 2007/2008





F. Ruang Lingkup Penelitian


Ruang lingkup dalam penelitian tindakan kelas ini adalah sebagai berikut:

Permasalahan dalam penelitian tindakan kelas ini adalah masalah peningkatan motivasi dan prestasi belajar siswa.

Penelitian tindakan kelas ini dikenakan pada siswa kelas V
Penelitian tindakan kelas ini dilaksanakan di SDN Pagak 04 Kecamatan Pagak Kabupaten Malang.
Dalam penelitian ini dilaksanakan pada semester I tahun pelajaran 2007/2008.
Penelitian tindakan kelas ini dibatasi pada kompetensi dasar menyimpulkan hasil penyelidikan tentang perubahan sifat benda, baik sementara maupun tetap.





G. Definisi Operasional


Variabel Agar tidak terjadi salah persepsi terhadap judul penelitian ini, maka perlu didefinisikan hal-hal sebagai berikut:


1. Metode pembelajaran penemuan (discovery) adalah :
Suatu cara mengajar yang melibatkan siswa dalam proses kegiatan mental melalui tukar pendapat, dengan diskusi, seminar, membaca sendiri dan mencoba sendiri. Agar anak dapat belaiar sendiri


2. Motivasi belajar adalah:
Suatu proses untuk menggiatkan motif-motif menjadi perbuatan atau tingkah laku untuk memenuhi kebutuhan dan mencapai tujuan, atau keadaan dan kesiapan dalam diri individu yang mendorong tingkah. lakunya untuk berbuat sesuatu dalam mencapai tujuan tertentu.


3. Prestasi belajar adalah:
Hasil belajar yang dinyatakan dalam bentuk nilai atau dalam bentuk skor, setelah siswa mengikuti pelajaran.


H. Kajian Pustaka



a. Metode Pembelajaran Penemuan (Discovery) Contoh Proposal PTK



Teknik penemuan adalah terjemahan dari discovery. Menurut Sund discovery adalah proses mental dimana siswa mampu mengasimilasikan sesuatu konsep atau prinsip. Yang dimaksudkan dengan proses mental tersebut antara lain ialah: mengamati, mencerna, mengerti, menggolong-golongkan, manbuat dugaan, menjelaskan, mengukur membuat kesimpulan dan sebainya. Suatu konsep misalnya: segi tiga, pans, demokrasi dan sebagainya, sedang yang dimaksud dengan prisnsip antara lain ialah: logam apabila dipanaskan akan mengembang. Dalam teknik ini siswa dibiarkan menemukan sendiri atau mengalami proses mental itu sendiri, guru hanya membimbing dan memberikan instruksi.



Dr. J. Richard dan asistennya mencoba self-learning siswa (belajar sendiri) itu, sehingga situasi belajar mengajar berpindah dari situasi teacher learning menjadi situasi student dominated learning. Dengan menggunakan discovery learning, ialah suatu cara meng~ajar yang melibatkan siswa dalam proses kegiatan mental melalui tukar pendapat, dengan diskusi, seminar, membaca sendiri dan mencoba sendiri. Agar anak dapat belajar sendiri.




Penggunaan teknik discovery ini guru berusaha meningkatkan aktivitas siswa dalam proses belajar mengajar. Maka teknik ini memiliki keuntungan sebagai berikut:

Teknik ini mampu membantu siswa untuk mengembangkan, memperbanyak kesiapan, serta penguasaan keterampilan dalam proses kognitif/pengenalan siswa.

Siswa memperoleh pengetahuan yang bersifat sangat pribadi individual sehingga dapat kokoh/mendalam tertinggal dalam jiwa siswa tersebut. Dapat membangkitkan kegairahan belajar mengajar para siswa.
Teknik ini mampu memberikan kesempatan kepada siswa untuk berkembang dan maju sesuai dengankernampuannya masing-masing.
Mampu mengarahkan cara siswa belajar, sehingga lebih memiliki motivasi yang kuat untuk belajar lebih giat.
Membantu siswa untuk memperkuat dan menambah kepercayaan pada diri sendiri dengan proses penemuan sendiri.


Strategi itu berpusat pada siswa tidak pada guru. Guru hanya sebagai teman belajar saja, membantu bila diperlukan.



Walalupun demikian baiknya teknik ini toh masih ada pula kelemahan yang perlu diperhatikan ialah:

Pada siswa harus ada kesiapan dan kematangan mental untuk cara belajar ini. Siswa harus berani dan berkeinginan untuk mengetahui keadaan sekitarnya dengan baik.

Bila kelas terlalu besar penggunaan teknik ini akan kurang berhasil.
Bagi guru dan siswa yang sudah biasa dengan perencaan dan pengajaran tradisional mungkin akan sangat kecewa bila diganti dengan teknik penemuan.
Dengan teknik ini ada yang berpendapat bahwa proses mental ini ada yang berpendapat bahwa proses mental ini terlalu mementingkan proses pengertian saja, kurang memperhatikan perkembangan/pembentukan sikap dan keterampilan bagi siswa.
Teknik ini mungkin tidak memberikan kesempatan untuk berpikir secara kreatif.



b Motivasi Belajar Contoh Proposal PTK


Pengertian Motivasi
Motivasi adalah daya dalarn diri seseorang yang mendorongnya untuk melakukan sesuatu, atau keadaan seseorang atau organisme yang menyebabkan-kesiapan kesiapannya untuk memulai serangkaian tingkah laku atau perbuatan. Sedangkan motivasi adalah suatu proses untuk menggiatkan motif-motif menjadi perbuatan atau tingkah laku untuk memenuhi kebutuhan dan mencapai tujuan, atau keadaan dan kesiapan dalam diri individu yang mendorong tingkah lakunya untuk berbuat sesuatu dalam mencapai tujuan tertentu (Usman, 2000: 28).



Sedangkan menurut Djamarah (2002: 114) motivasi adalah suatu pendorong yang rnengubah energi dalam diri seseorang kedalam bentuk aktivitas nyata untuk mencapai tujuan tertentu. :Dalam proses belajar, motivasi sangat diperlukan sebab seseorang yang tidak mempunyai motivasi dalam belajar tidak akan mungkin melakukan aktivitas belajar. Hal ini sesuai dengan yang diungkapkan oleh Nur (2001: 3) bahwa siswa yang termotivasi dalam belajar sesuatu akan menggunakan proses kognitif yang lebih tinggi dalam mempelajari materi itu, sehingga siswa itu akan menyerap dan mengendapkan materi itu dengan lebih baik.



Jadi motivasi adalah suatu kondisi yang mendorong seseorang untuk berbuat sesuatu dalam mencapai tujuan tertentu.



Macam-macam Motivasi


Menurut jenisnya motivasi dibedakan menjadi dua, yaitu:


1. Motivasi Intrinsik



Jenis motivasi ini timbul sebagai akibat dari dalam individu, apakah karena adanya ajakan, suruhan, atau paksaan dari orang lain sehingga dengan kondisi yang demikian akhirnya ia mau melakukan sesuatu atau belajar (Usman, 2000: 29).



Sedangkan menurut Djamarah (2002: 115), motivasi instrinsik adalah motif-motif yang menjadi aktif atau berfungsinya tidak perlu dirangsang dari luar, karena dalam setiap diri individu sudah ada dorongan untuk melakukan sesuatu.



Menurut Winata (dalam Erriniati, 1994: ]05) ada beberapa strategi dalam mengaiar untuk membangun motivasi intrins.k. Strategi tersebut adalah sebagai berikut:

Mengaitkan tujuan belajar dengan tujuan siswa.

Memberikan kebebasan dalam memperluas materi pelajaran sebatas yang pokok.
Memberikan banyak waktu ekstra bagi siswa untuk mengerjakan tugas dan memanfaatkan surnber belajar di sekolah.
Sesekali memberikan penghargaan pada siswa atas pekerjaannya.
Meminta siswa untuk menjeiaskan hasil pekerjaannya.


Dari uraian diatas dapat disimpulkan bahwa motivasi instrinsik adalah motivasi yang timbul dari dalam individu yang berfungsinya tidak perlu dirangsang dari luar. Seseorang yang merniliki motivasi intrinsik dalam darinya maka secara sadar akan melakukan suatu kegiatan yang tidak memerlukan motivasi dari luar dirinya.



2. Motivasi Ekstrinsik



Jenis motivasi ini timbul sebagai akibat pengaruh dari luar individu, apakah karena adanya ajakan, suruhan, atau paksaan dari orang lain sehingga dengan kondisi yang demikian akhirnya ia mau melakukan sesuatu atau belajar. Misalnya seseorang mau belajar karena ia disuruh oleh orang tuanya agar mendapat peringkat pertama di kelasnya (Usman, 2000: 29).



Sedangkan menurut Djamarah (2002: 117), motivasi ekstrinsik adalah kebalikan dari motivasi intrinsik. Motivasi ekstrinsik adalah motif-motif yang aktif dan berfungsi karena adanya perangsang dari luar.




Beberapa cara membangkitkan motivasi ekstrinsik dalam menumbuhkan motivasi instrinsik antata lain:

Kompetisi (persaingan): guru berusaha menciptakan persaingan di antara siswanya untuk meningkatkan prestasi belajarnya, berusaha memperbaiki hasil prestasi yang telah dicapai sebelumnya dan mengatasi prestasi orang lain.

Pace Making (membuat tujuan sementara atu dekat): Pada awal kegiatan belajar mengajar guru, hendaknya terlebih dahulu menyampaikan kepada siswa TPK yang akan dicapai sehingga dengan demikian siswa berusaha untuk mencapai TPK tersebut.
Tujuan yang jelas: Motif mendorong individu untuk mencapai tujuan. Makin jelas tujuan, makin besar ni]ai tujuan bagi individu yang bersangkutan dan makin besar pula motivasi dalam melakuakan sesuatu perbuatan.
Kesempurnaan untuk sukses: Kesuksesan dapat menimbulkan rasa puas, kesenangan dan kepercayaan terhadap diri sendiri, sedangkan kegagalan akan membawa efek yang sebaliknya. Dengan demikian, guru hendaknya banyak memberikan kesempatan kepada anak untuk meraih sukses dengan usaha mandiri, tentu saja dengan bimbingan guru.
Minat yang besar: Motif akan timbul jika individu memiliki minat yang besar.
Mengadakan penilaian atau tes. Pada umumnya semua siswa mau belajar dengan tujuan memperoleh nilai yang baik. Hal ini terbukti dalam kenyataan bawa banyak siswa yang tidak belajar bila tidak ada ulangan. Akan tetapi, bila guru mengatakan bahwa lusa akan diadakan ulangan lisan, barulah siswa giat belajar dengan menghafal agar ia mendapat nilai yang baik. Jadi, angka atau nilai itu merupakan motivasi yang kuat bagi siswa.



Dari uraian di atas diketahui bahwa motivsi ekstrinsik adalah motivasi yang timbul dari luar individu yang berfungsinya karena adanya perangsang dari luar, misalnya adanya persaingan, untuk mencapai nilai yang tinggi, dan lain sebagainya.

c. Prestasi Belajar IPA



Belajar dapat membawa suatu perubahan pada individu yang belajar. Perubahan ini merupakan pengalaman tingkah laku dari yang kurang baik menjadi lebih baik. Pengalaman dalam belajar merupakan pengalaman yang dituju pada hasil yang akan dicapai siswa dalam proses belajar di sekolah. Menurut Poerwodarminto (1991: 768), prestasi belajar adalah hasil yang dicapai (dilakukan, dekerjakan), dalam hal ini prestasi belajar merupakan hasil pekerjaan, hasil penciptaan oleh seseorang yang diperoleh dengan ketelitian kerja serta perjuangan yang membutuhkan pikiran. Contoh Proposal PTK



Berdasarkan uraian diatas dapat dikatakan bahwa prestasi belajar yang dicapai oleh siswa dengan melibatkan seluruh potensi yang dimilikinya setelah siswa itu melakukan kegiatan belajar. Pencapaian hasil belajar tersebut dapat diketahui dengan mengadakan penilaian tes hasil belajar. Penilaian diadakan untuk rnengetahui sejauh mana siswa telah berhasil mengikuti pelajaran yang diberikan oleh guru. Di samping itu guru dapat mengetahui sejauh mana keberhasilan guru dalam proses belajar mengajar di sekolah.



Sejalan dengan prestasi belajar, maka dapat diartikan bahwa prestasi belajar IPA adalah nilai yang dipreoleh siswa setelah melibatkan secara langsung/aktif seluruh potensi yang dimilikinya baik aspek kognitif (pengetahuan), afektif (sikap) dan psikomotor (keterampilan) dalam proses belajar mengajar IPA.







d. Hubungan Motivasi dan Prestasi Belajar Terhadap Metode Pembelajaran Penemuan (Discovery)



Motivasi adalah suatu kondisi yang mendorong seseorang untuk berbuat sesuatu dalam mencapai tujuan tertetntu. Siswa yang termotivasi untuk belajar sesuatu akan menggunakan proses kognitif yang lebih tinggi dalam mempelajari materi itu, sehingga siswa itu akan menyerap dan mengendapkan materi itu dengan lebih baik (Nur, 2001: 3). Sedangkan prestasi belajar adalah hasil yang dicapai oleh siswa dengan melibatkan seluruh pctensi yang dimilikinya setelah siswa itu melakukan kegiatan belajar.



Sedangkan metode pembelajaran penemuan (discovery) adalah suatu metode pembelajaran yarg memberikan kesempatan dan menuntut siswa terlibat secara aktif di dalam mencapai tujuan pembelajaran dengan menberikan informasi singkat (Siadari, 2001: 7). Pengetahuan yang diperoleh dengan belajar penemuan (discovery) akan bertahan lama, mempunyai efek transfer yang lebih baik dan meningkatkan siswa dan kemampuan berfikir secara bebas. Secara umum belajar penemuan (discovery) ini melatih keterampilan kognitif untuk menemukan dan memecahkan masalah tanpa pertolongan orang lain. Selain itu, belajar penemuan membangkitkan keingintahuan siswa, memberi motivasi untuk bekerja sampai menemukan jawaban (Syafi'udin, 2002: 19).



Dari uraian tersebut di atas dapat disimpulkan bahwa dengan adanya motivasi dalam pembelajaran model penemuan (discovery) tersebut maka hasil-hasil belajar akan menjadi optimal. Makin tepat motivasi yang diberikan, akan makin berhasil pula pelajaran itu. Dengan motivasi yang tinggi maka intensitas usaha belajar siswa akan tinggi pula. Jadi motivasi akan senantiasa menentukan intesitas usaha belajar siswa. Hasil ini akan dapat meningkatkan prestasi belajar siswa.







I. Metode Penelitian



a. Jenis Penelitianti



Jenis penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas(PTK) yang bersifat reflektif, partisipatif, kolaboratif, dan spiral, bertujuan untuk melakukan perbaikan –perbaikan terhadap sistim, cara kerja, proses, isi, dan kompetensi atau situasi pembelajaran. PTK yaitu suatu kegaitan menguji cobakan suatu id eke dalam praktik atau situasi nyata dalam harapan kegiatan tersebut mampu memperbaiki dan meningkatkan kualitas proses belajar mengajar ( Riyanto, 2001)



b. Kehadiran Peneliti



Pada penelitian ini, peneliti sebagai guru dan merencanakan kegiatan berikut :

Menyusun angket untuk pembelajaran dan menyusun rencana program pembelajaran

Mengumpulkan data dengan cara mengamati kegiatan pembelajaran dan wawancara untuk mengetahui proses pembelajaran yangdilakukan oleh guru kelas
Melaksanakan rencana program pembelajaran yang telah dibuat
Melaporkan hasil penelitian


c. Lokasi Penelitian
Penelitian dilaksanakan di…….


d. Data dan sumber

Data dalam penelitian ini adalah kemampuan berfikir siswa yang diperoleh dengan mengamati munculnya pertanyaan dan jawaban yang muncul selama diskusi berlangsung dan diklasifikasikan menjadi C1 – C 6. Data untuk hasil penelian diperoleh berdasarkan nilai ulangan harian (test).

Sumber data penelitian adalah siswa kelas……. Sebagai obyek penelitian



e. Prosedur pengumpulan data


Pengumpulan data pada penelitian ini dilakukan dengan menggunakan teknik sebagai berikut :


1. Wawancara
Wawancara awal dilakukan pada guru dan siswa untuk menentukan tindakan. Wawancara dilakukan untuk mengetahui kondisi awal siswa


2. Angket
Angket merupakan data penunjang yang digunakan untuk mengumpulkan informasi terkait dengan respon atau tanggapan siswa terhadap penerapan pembelajaran kooperatif


3. Observasi
Observasi dilaksanakan untuk memperoleh data kemampuan berpikir siswa yang terdiri dari beberapa deskriptor yang ada selama pembelajaran berlangsung. Observasi ini dilakukan dengan menggunakan lembar observasi yang telah disusun. Obsevasi dilakukan oleh 3 orang observer.


4. Test
Test dilaksanakan setiap akhir siklus, hal ini dimaksudkan untuk mengukur hasil yang diperoleh siswa setelah pemberian tindakan. Test tersebut berbentuk multiple choise agar banyak materi tercakup


5. Catatan lapangan
Catatan lapangan digunakan sebagai pelengkap data penelitian sehingga diharapkan semua data yang tidak termasuk dalam observasi dapat dikumpulkan pada penelitian ini



f. Analisis data


1. Kemampuan Berfikir


Kualitas pertanyaan dan jawaban siswa dianalisis dengan rubric. Kemudian untuk mengetahui peningkatan skor kemampuan berfikir, pertanyaan dan janwaban yang telah dinilai dengan rubric pada siklus I dibandingkan dengan pertanyaan dan jawaban yang telah dinilai dengan rubric pada siklus II.


Rumus untuk mencari skor klasikal kemampuan bertanya siswa














Skor riil X 4



Skor maks




Keterangan:
Skor riil : skor total yang diperoleh siswa
Skor maksimal : Skor total yang seharusnya diperoleh siswa
4 : Skor maksimal dari tiap jawaban( pedoman penskoran lihat lampiran )







2. Hasil Belajar


Hasil belajar pada aspek kognetif dari hasil test dianalisis dengan teknik analisis evaluasi untuk mengetahui ketuntasan belajar siswa.



Caranya adalah dengan menganalisis hasil test formatif dengan menggunakan criteria ketuntasan belajar. Secam Aswirara individu, siswa dianggap telah belajar tuntas apabila daya serapnya mencapai 65 %, Secara kelompok dainggap tuntas jika telah belajar apabila mencapai 85 % dari jumlah siswa yang mencapai daya serap minimal 65 % (Dedikbud 2000 dalam Aswirda 2007)






g. Tahap-tahap penelitian Contoh Proposal PTK



Berdasarkan observasi awal yang dilakukan proses pembelajaran yang dilakukan adalah model pembelajaran kooperatif……… Penelitian ini akan dilaksanakan dalam 2 siklus . Setiap siklus tediri dari perencanaan, tindakan, penerapan tindakan, observasi, refleksi.
Siklus I


1. Perencanaan


Sebelum melaksanakan tindakan maka perlu tindakan persiapan. Kegiatan pada tahap ini adalah :

Penyusunan RPP dengan model pembelajaran yang direncanakan dalam PTK.

Penyusunan lembar masalah/lembar kerja siswa sesuai dengan indikator pembelajaran yang ingin dicapai
Membuat soal test yang akan diadakan untuk mengetahui hasil pemebelajaran siswa.
Membentuk kelompok yang bersifat heterogen baik dari segi kemampuan akademis, jenis kelamin,maupun etnis.
Memberikan penjelasan pada siswa mengenai teknik pelaksanaan model pembelajaran yang akan dilaksanakan



2. Pelaksanaan Tindakan

Melaksanakan kegiatan sesuai dengan rencana pembelajaran yang telah dibuat. Dalam pelaksanaan penelitian guru menjadi fasilitator selama pembelajaran, siswa dibimbing untuk belajar IPA secara kooperatif learning dengan model……Adapun langkah – langkah yang dilakukan adalah(sesuaikan dengan scenario pembelajaran)

Kegiatan penutup

Di akhir pelaksanaan pembelajaran pada tiap siklus, guru memberikan test secara tertulis untuk mengevalausi hasil belajar siswa selama proses pembelajaran berlangsung.


3. Observasi
Pengamatan dilakukan selama proses proses pembelajaran berlangsung dan hendaknya pengamat melakukan kolaborasi dalam pelaksanaannya.


4. Refleksi
Pada tahap ini dilakukan analisis data yang telah diperoleh. Hasil analisis data yang telah ada dipergunakan untuk melakukan evaluasi terhadap proses dan hasil yang ingin dicapai.



Refleksi daimaksudkan sebagai upaya untuk mengkaji apa yang telah atau belum terjadi, apa yang dihasilkan,kenapa hal itu terjadi dan apa yang perlu dilakukan selanjutnya. Hasil refleksi digunakan untuk menetapkan langkah selanjutnya dalam upaya unttuk menghasilkan perbaikan pada siklus II


Silus II
Kegiatan pada siklus dua pada dasarnya sama dengan pada siklus I hanya saja perencanaan kegiatan mendasarkan pada hasil refleksi pada siklus I sehingga lebih mengarah pada perbaikan pada pelaksanaan siklus I.








DAFTAR RUJUKAN Contoh Proposal PTK





Departemen Pendidikan Dan Kebudayaan. 1990. Kamus Besar Bahasa Indonesia.
Jakarta: Balai Pustaka



Dimyati dan Mujiono. 2002. Belajar dan Pembelajaran. Jakarta: Rineka Cipta

 
Design by Wordpress Theme | Bloggerized by Free Blogger Templates | coupon codes